Selasa, 13 September 2011

Lebaran Part 2 : Tradisi Silaturahmi dan Membawa Buah Tangan

Semula, kami berencana mudik ke Wonogiri hari Rabu pagi tanggal 31 Agustus. Tapi karena pas nyampe rumah habis mudik dari Jogja, pintu rumah nggak bisa dibuka dengan cara baik-baik alias bisanya cuma dengan cara didobrak beramai-ramai dibantu para tetangga, Rabu pagi itu kami baru bisa mudik ke Wonogiri agak siangan. Suami mesti menyiasati pintu rumah terlebih dahulu agar rumah tetep aman selama kami tinggal mudik ke Wonogiri. Hmmm … nasiiiiib … nasib!

Senin, 12 September 2011

Lebaran Part 1 : Jogja Jogja ... Mudik ke Jogja Dulu, Ya!


Yup! Setelah libur Lebaran selama 15 hari, hari ini kembali buka internet. Yeaks … parah banget! Masa’ selama liburan sama sekali nggak buka internet? Tapi ya gimana ya … habisnya juga liburan. Jadilah waktunya dihabiskan buat hepi-hepi bareng keluarga full selama liburan. Nggak buka-buka internet deh jadinya. Sampe-sampe nggak update ucapan selamat merayakan Lebaran 1432 H buat kawan-kawan di jejaring sosial. Tapi, nggak apa-apa ya kalau telat ngucapinnya? Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriyah. Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal yaa kariim. Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga semua ibadah kita diterima oleh Allah. Aamiiiin …

Selasa, 23 Agustus 2011

Lika-Liku Berdagang (Part 1)


Dagang, yuk dagang! Berdagang itu seru! Saya dan suami secara serius mulai berdagang sejak setahun yang lalu, tepatnya sejak bulan Ramadan tahun lalu. Awalnya kami berdagang mete dan emping jagung buat cemilan selama bulan Ramadan dan juga Lebaran. Dan memang usaha dagang yang kami jalani itu untuk memanfaatkan moment Ramadan dan Lebaran. Selain itu juga memanfaatkan mete dan emping jagung yang merupakan cemilan khas dari kampung suami saya. Lagian juga, mete biasanya menjadi cemilan yang diburu banyak orang untuk disajikan di atas meja pada saat hari Lebaran. Jadilah gembok ketemu sama kuncinya atau istilah Jawanya tumbu ketemu tutupe. Hehehe ….  Pas mete dan emping jagung merupakan cemilan khas dari kampung suami, pas Ramadan dan Lebaran dimana banyak orang memburu mete, dan tentunya saat itu pas kami punya duit untuk kami jadikan modal dagang. :-)

Kamis, 18 Agustus 2011

Mudik Lebaran


Lebaran sebentar lagi. Ada rasa sedih, tapi jug ada rasa bahagia. Sedih karena bulan penuh berkah ini akan segera berlalu. Bulan dimana ibadah-ibadah kita dilipatgandakan pahalanya, sebentar lagi akan berganti bulan. Ada semacam ketakutan kalau-kalau ini adalah bulan puasa terakhir bagi saya, juga bagi kita semua. Sedih lainnya adalah karena selama bulan puasa ini, saya sama sekali nggak ikut puasa. Sediiiihhh. Jadi berasa kalau bulan Ramadan ini kayak bukan Ramadan karena saya nggak ikut puasa.

Selasa, 16 Agustus 2011

Metenya Laku Terjual

Alhamdulillah … metenya laku terjual. Awalnya kami waswas takut nggak terjual karena harga mete emang lagi melambung tinggi di awang-awang (hehehe …). Kami tambah waswas karena pas awal-awal promosi pas awal Ramadan kemarin, hanya beberapa pesanan aja yang masuk. Tapi, semakin bertambah hari, pesanan yang masuk makin bertambah. Alhamdulillah … bisa sedikit lega. :-)

Minggu, 14 Agustus 2011

Pulang ke Wonogiri


Setelah lima bulan nggak pulang ke rumah mertua di Wonogiri, akhirnya hari Sabtu dan Minggu pulang juga ke sana. Lima bulan. Hmmm … lamaaaaaaa sekali! Sampai suami udah kangen-kangen gitu karena saking lamanya nggak pulang ke Wonogiri. Maklum, dulu sebelum nikah, setiap seminggu sekali suami pulang. Setelah nikah, pulangnya jadi setiap sebulan sekali. Yang awalnya sebulan bisa pulang empat kali, jadinya cuma sekali aja. Jadinya njeglek gitu pas awal-awal nikah. Tapi lama-lama jadi terbiasa juga kalau pulangnya sebulan sekali. 

Rabu, 10 Agustus 2011

Serunya Mulai Merintis Usaha


Sejak beberapa hari terakhir ini, si akang punya kesibukan baru (lagi) di siang hari. Jadi, tiap siang hari, puasanya nggak cuma kebanyakan tidur aja. Tapi ada aktivitas lain. Sejak kami memulai bisnisan mete lagi, hampir setiap hari suami saya pergi ke kantor jasa pengiriman barang untuk memaketkan mete-mete pesanan pelanggan di berbagai kota dan juga pulau. Kadang dia membawa banyak paketan dan kadang hanya sedikit.