Kamis, 06 Desember 2012

Perkembangan Aufa Sampai Usia 10 Bulan



Saat ini, Aufa berumur 10 bulan lebih seminggu. Di umur ini, Aufa lagi seneng-senengnya berdiri, rambatan, dan ngajak tetah. Kalau berdiri, kadang dia suka tiba-tiba lepas tangan. Padahal dia belum kuat berdiri tanpa pegangan. Hmm … nih anak nggak ada takut-takutnya sama sekali! :-D Dan Aufa juga paling nggak suka kalau saat dia berdiri, rambatan, dan juga tetah, dia dipegangi kedua tangannya. Ckckckck … berasa udah jago aja dia. Kalau berdiri, dia maunya dipegangi satu tangannya aja, itu pun bukan di ketiaknya, tapi pergelangan tangannya. Kalau tetah, dia juga nggak mau dipegangi di ketiaknya, tapi pergelangan tangannya. Itu pun cuma satu aja maunya. Hmmm … padahal kan dia baru awal banget ini belajarnya. Baru belajar tetah, udah mau langsung dipegangi pergelangan tangannya aja, ogah dipegangi di ketiaknya. 

Tumbuh kembang Aufa ini mungkin sekali berbeda dengan anak-anak seusia Aufa. Bisa jadi Aufa lebih lambat daripada yang lain, bisa jadi Aufa lebih cepet daripada yang lain, dan bisa juga sama dengan yang lain.

Sebagai catatan, ini nih perkembangan Aufa.

Miring.
Kalau tidak salah ingat, Aufa bisa miring di umur 2 bulan kurang seminggu. Dia lebih jago miring kanan duluan daripada miring kiri. Sekitar umur 2,5 bulan, dia baru jago miring kanan dan juga kiri.

Tengkurap.
Aufa bisa tengkurap di umur 89 hari atau 3 bulan kurang sehari. Tapi, seperti halnya saat dia bisa miring, awalnya Aufa juga jagonya tengkurap ke arah kanan duluan daripada ke kiri. Di umur 3,5 bulan, Aufa udah bisa balik telentang lagi sehabis tengkurap.

Duduk.
Sehabis Aufa bisa tengkurap, perkembangan Aufa terlihat lambat. Sejak bisa balik telentang sehabis tengkurap itu, dia hanya begitu-begitu terus. Kalau bayi-bayi yang lainnya udah ada yang bisa merangkak di usia 5 bulan atau 6 bulan, Aufa belum bisa. Di usia 5 bulan, Aufa baru ngangkat bokongnya tinggi-tinggi, sementara dadanya masih nempel di kasur atau alas tidurnya. Usia 6 bulan pun juga begitu, masih dalam fase angkat-angkat bokong tinggi-tinggi. Di usia 7 bulan, dia mulai bisa mendorong badannya ke belakang, seperti mau duduk. Dan dia pun akhirnya berhasil duduk di usia 8 bulan. Jika bayi-bayi lainnya bisa merangkak duluan baru kemudian bisa duduk, kalau Aufa nggak begitu. Dia bisa duduk duluan. 

Tumbuh gigi.
Di usia 6,5 bulan, Aufa mulai tumbuh gigi susu bagian bawah. Awalnya cuma satu, yang bagian tengah kiri. Hihihi … aneh ya? Biasanya kan kalau tumbuh gigi susu itu sepasang, dua-dua begitu. Ini Aufa satu aja gitu tumbuhnya. Di umur 7 bulan lebih seminggu, gigi susu bawah bagian tengah kanannya nyusul tumbuh. Jadilah gigi susunya Aufa jadi dua deh sekarang. Kalau ketawa, nyengil dua deh giginya. Nggemesin!

Belajar ngomong.
Aufa mulai belajar ngomong di usia 8 bulan. Saat dia bisa duduk, di saat yang sama pula dia belajar ngomong. Dia mulai niruin kalau diajari ngomong. Kata pertama yang dia tiruin adalah saat saya atau ayahnya bilang ‘abi’. Dia ngikutin dengan bilang ‘abah’. Pas kemudian kami bilang ‘ummi’, dia bilangnya ‘mama’. Hahaha … Dan lucunya, pas beberapa hari kemudian diminta niruin ‘abi’, dia bukan bilang ‘abah’, tapi ‘papa’. Hahaha … Setelah itu, kalau diminta niruin ‘ummi’, dia bilangnya ‘oume’. Yang paling fasih adalah dia menyebut namanya sendiri, ‘aupah’. Hahaha … Kata yang juga fasih adalah dia bisa bilang ‘nenen’ dan ‘mamam’ saat dia berusia 9 bulan. Bagi Aufa, ‘nenen’ itu punya dua arti. Kadang kalau dia pengin nenen (minum), dia bilangnya ‘nenen’. Kalau pengin makan, dia juga bilang ‘nenen’. Tapi di saat yang lain, kadang kalau mau makan, dia bilangnya ‘mamam’. Hihi … masih inkonsistensi. :-)

Merangkak.
Di usianya yang ke-9 bulan, Aufa akhirnya bisa merangkak. Saat dia menjelang usia 8 bulan, Aufa udah bisa ambil posisi kayak mau merangkak. Tapi, tangan dan kakinya belum bisa dia gerakkan buat melangkah. Kadang dia mengangkat salah satu tangannya, mungkin maksudnya mau melangkah. Tapi kakinya belum bisa ngikutin tangan buat melangkah. Kadang kakinya yang melangkah, tapi tangannya belum bisa ngikutin buat melangkah juga. Hasilnya adalah dia malah ndlosor tengkurep. :-D Barulah saat Aufa tepat berusia 9 bulan, akhirnya dia bisa merangkak. Saya awalnya mengira Aufa nggak akan melewati fase merangkak, tapi nglasut. Seperti dulu saya saat kecil juga nggak pakai merangkak, tapi nglasut. Ternyata enggak, Aufa tetap melewati fase merangkak meskipun terhitung telat.

Berdiri, rambatan, tetah.
Di usianya yang ke-9 bulan ini, Aufa kayak borongan. Nggak sampai seminggu setelah dia bisa merangkak, Aufa udah mulai bisa berdiri. Bahkan rambatan dan juga ngajak tetah. Kayak langsung makbrul gitu. Yang di bulan-bulan sebelumnya tersendat-sendat, di usia 9 bulan ini langsung aja borongan bisa ini itu barengan. Ya merangkak, ya berdiri, ya rambatan, ya tetah, ya tambah belajar ngomong juga. Sampai umur Aufa 10 bulan lebih seminggu ini, Aufa masih dalam fase yang sama seperti saat dia di usia 9 bulan. 

Selalu sehat, ya Nak! Moga-moga nggak lama lagi bisa berdiri tanpa pegangan, terus rambatannya lebih pinter dan kuat, habis itu belajar jalan. Habis itu lariiii... Aamiin ya rabbal’alamiin …. :-)


Peluk cium,
Ummi dan Abi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar