Kamis, 28 Juli 2011

Bumil Puasa atau Tidak?

Marhaban ya Ramadan … Marhaban ya Ramadan … Bulan Ramadan udah menjelang di depan mata. Jika Allah mengizinkan, kita akan bersua dengannya dalam tiga hari ke depan. Dudududu … senangnya bisa bertemu lagi dengan bulan suci ini. Alhamdulillah … bagi kami, ini adalah Ramadan kedua kami bisa menikmatinya bersama-sama dalam pernikahan. Hmmm … rasanya senaaaaangg. :-)

Ramadan tahun kemarin, kami hanya menikmatinya berdua. Sahur dan buka puasa selalu berdua. Acara buka puasa bersama rutin suami saya di kantornya, dia tinggalkan demi bisa berbuka puasa bersama saya, istrinya. Hihihi … masih dalam suasana pengantin baru. Meskipun saat itu, usia pernikahan kami udah lima bulan.^_^
Dan pada Ramadan tahun ini, insya Allah kami akan menikmatinya bertiga. Saya, suami, dan calon anak kami yang pas Ramadan nanti berusia empat bulan di dalam kandungan. Sahur dan buka puasa akan dinikmati bertiga. Insya Allah …

Tapi, menjelang Ramadan ini, ada sesuatu yang masih mengganjal. Di usia kehamilan saya yang berusia 15 minggu ini, saya masih mengalami mual muntah meskipun instensitasnya nggak sesering dan separah dulu pas awal-awal hamil. Sesekali, saya juga masih mengalami pusing-pusing saat rasa mual datang. Ditambah lagi, sejak menginjak usia 14 minggu, perut saya selalu mual-mual dan melilit-lilit setiap empat jam sekali. Setiap empat jam sekali, perut saya minta diisi meskipun dengan porsi kecil. Kalau nggak diisi, mual-mual dan pusingnya semakin parah. Nah, ini dia hal-hal yang bikin mengganjal apakah saya bisa ikut menjalankan puasa atau tidak.

Suami saya menyarankan agar saya jangan ikut puasa dulu. Kalau mau ikut puasa, nunggu ntar kalau kondisinya udah baikan. Bisa pas pertengahan Ramadan atau kapan kondisi saya siap untuk menjalankan puasa. Tapi sayanya yang beraaaaaat banget. Kan aneh kalau di bulan Ramadan nggak menjalankan puasa? Rasanya kok jadi nggak menikmati Ramadan gitu loh. Rasanya gimanaaaaaa gitu kalau nggak ikut puasa.


Untuk meyakinkan diri dan hati, besok kami mau ke rumah sakit, konsultasi ke dokter kandungan saya. Selain kontrol kesehatan dan kondisi janin, kami juga akan nanya-nanya apakah saya udah boleh puasa atau belum. Semoga besok dokter bilang boleh. Dan semoga juga besok dedek di dalam perut udah lebih pinter daripada pas terakhir saya kontrol. Amin … ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar