Selasa, 01 November 2011

Menempelkan Kaki pada Tembok, Tips Mengurangi Kaki Bengkak Ibu Hamil

Teng tong!!! Lama nian nggak nengok blog. Lama juga nggak nulis di blog. Hmm … trus ini mau nulis apaan ya? Oke deh … karena lagi hamil, nulis soal kehamilan aja kali ya? (nanya-nanya sendiri, eeehh … dijawab sendiri pulak! :-D) Alhamdulillah … usia kehamilan saya udah 7 bulan. Itu berarti dua bulan lebih sedikit lagi, dedek di dalem perut insya Allah udah waktunya mbrojol. Di usia 7 bulan kehamilan ini, udah banyak yang berubah dengan saya, maksudnya terutama kaki saya gitu loh. :-) Sejak usia kehamilan 6 bulan lebih seminggu alias 25 minggu, kedua kaki saya mulai bengkak-bengkak. Kaki kiri saya lebih bengkak dari kaki kanan saya meskipun keduanya sama-sama bengkak. Awalnya agak khawatir juga dengan kondisi itu. Soalnya, banyak temen yang udah pengalaman hamil, juga ibu dan saudara-saudara perempuan saya waktu dulu mereka hamil, kaki mereka baru bengkak-bengkak pas usia kandungan di atas 7 bulan. Nah looo … kok saya udah mulai bengkak di saat usia kandungan saya belum genap 7 bulan? Baru juga 25 minggu. Dan saya insya Allah juga nggak mengandung bayi kembar. 
Tapi, setelah tanya sana tanya sini, rasa khawatir saya berangsur-angsur hilang. Mereka bilang, tiap kehamilan beda-beda. Ada yang bengkaknya udah di atas 7 bulan, dan ada juga yang baru mau 7 bulan tapi kaki udah mulai bengkak-bengkak. Selain itu, ada juga yang bilang, bisa jadi kaki saya bengkak-bengkak karena makanan yang saya konsumsi banyak mengandung garam. Hmm … untuk ini, saya jadi mikir-mikir. Soalnya, pas kaki saya mulai bengkak-bengkak, saya dan suami sedang punya gawe memperluas bangunan rumah. Lauk dan sayur yang kami suguhkan untuk para tukang dan juga kami konsumsi sendiri, kami pesan dari warung makan nggak jauh dari rumah. Dan menurut lidah kami, terutama lidah para tukang, rasa masakan yang kami pesan itu cenderung asin. Ouw … ouw … ouw … saya jadi mikir, mungkin bener juga kalau akhir-akhir ini makanan yang saya konsumsi banyak mengandung garam.
Selain soal garam, ada juga yang bilang mungkin aja saya kurang banyak gerak alias jalan-jalan. Hmm … soal itu, kemungkinan ada benarnya juga. Soalnya, sejak di rumah ada gawe perluasan rumah, setiap pagi, saya nggak jalan-jalan. Gimana mau jalan-jalan kalau habis subuh langsung sibuk masak air buat minum, cuci-cuci perkakas dapur dan makan, ke pasar beli cemilan buat tukang, trus lanjut ngambil lauk dan sayur buat sarapan tukang, habis itu langsung ngantor deh. Jelas banget nggak ada waktu buat jalan-jalan pagi. Udah gitu, kerjaan saya di kantor membuat saya lebih banyak duduk di depan komputer daripada gerak atau jalan-jalan. Dan sore hari sepulangnya saya dari kerja, saya mesti beres-beres rumah yang acak kadut kotor dan semrawut debu dan juga barang-barang bekas aktivitas pertukangan, juga nyiapin makan sore para tukang. Saat bedug magrib tiba, kerjaan saya belum kelar. Saya baru bisa berhenti beraktivitas sekitar jam 18.30 petang. Dan itu pun sebenernya juga memaksa diri untuk istirahat. Karena sebenernya masih banyak aktivitas lainnya yang mesti dikerjakan. Tapi suami melarang saya untuk banyak beraktivitas. Suami menyarankan agar beres-beres perkakas dapur dan peralatan makan minum diselesaikan habis subuh aja dibantuin suami. Oke deh kalau begitu. Toh, setiap malam, saya juga harus mengerjakan beberapa kerjaan di depan laptop. Huufftt … capeeekk. Dan itu tentu aja nggak memungkinkan saya buat jalan-jalan. Dan mungkin, itulah yang menyebabkan kaki saya mulai bengkak-bengkak. Kurang aktivitas gerak kaki, tapi sekaligus merasa kecapekan karena aktivitas lainnya.
Karena penasaran dengan saran-saran dari banyak kawan, akhirnya saya googling di internet soal kaki bengkak pada ibu hamil ini. Hmmm … ternyata benar juga kata temen-temen saya itu. Tengkyu ya kawans! Salah satu hasil googling saya ini nih. Ini adalah tips-tips untuk mengatasi kaki bengkak saat hamil. (1) Minum air rebusan pertama kacang hijau setiap pagi dan malam hari, lakukan setiap hari. Rebusan kacang hijaunya dapat diolah menjadi bubur sebagai makanan selingan sebelum makan siang atau makan malam. (2) Olesi kaki dengan ramuan dari campuran beras dan kencur yang ditumbuk halus dan borehkan ke kaki yang membengkak. (3) Kurangi konsumsi garam. (4)  Jangan berdiri terlalu lama. (5)  Jangan duduk dengan kaki menggantung. Usahakan untuk duduk dengan kedua telapak kaki berpijak saat duduk. (6)  Letakkan kaki di atas tumpukan bantal jika sedang berbaring sehingga aliran darah lebih mudah mengalir ke jantung. (7) Pijat kaki perlahan-lahan dengan baby oil atau baby lotion. Jika tidak bisa sendiri, minta bantuan suami atau anggota keluarga Anda. (8)  Jika terlalu lelah, rendamlah kaki dalam air hangat yang dibubuhi garam atau jeruk nipis selama 10-15 menit. (9) Hindari memakai sepatu bertumit tinggi dan istirahatlah sesering mungkin. (10) Jika pembengkakan kaki cukup berat, kompres kedua kaki dengan air dingin. Caranya, celupkan handuk ke dalam air dingin, lalu peras. Lalu bebatkan handuk dingin pada kedua betis.
Berdasarkan hasil googling itu, saya langsung praktik. Tiap malem kalau saya udah kelar beres-beres dan udah mandi, saya tiduran. Kedua kaki saya tempelkan di tembok sekitar 15 menit. Udah gitu, setiap tidur, tumit kaki saya tumpukan pada guling atau bantal yang agak tinggi. Dan hasilnya, baru sekali praktik, keesokan paginya bengkak-bengkak pada kaki saya mulai berkurang. Karena melihat hasil yang signifikan itu, saya praktik lagi pada malem kedua. Dan hasilnya pun alhamdulillah mengembirakan. Keesokan harinya lagi, bengkak-bengkak pada kaki saya berkurang lagi. Sejak itu, hampir tiap malam, saya tempelin kaki saya di tembok kira-kira selama 15 menit. Trus pas tidur, saya ganjal kaki saya dengan guling atau bantal. Alhamdulillah … meskipun bengkak-bengkaknya nggak hilang 100 persen, tapi kaki saya nggak gendut banget kok jadinya. Udah nggak terlalu kenceng banget kakinya. Jauh lebih enakan lah.
Dan setelah 21 hari punya gawe, akhirnya kerjaan para tukang di rumah kelar juga. Saya jadi bisa banyak istirahat. Dan tentu aja, saya bisa masak sendiri lagi buat kami konsumsi, nggak pesen lauk dan sayuran yang rasanya asin lagi. Itu artinya, saya bisa mengontrol jumlah garam maupun gula yang ada pada makanan yang saya masak. :-) Alhamdulillah … *sambil ngelus dada dan menyeka peluh di dahi* So, buat ibu-ibu hamil yang mengalami kaki bengkak-bengkak kayak saya, tips-tips yang saya dapet dari hasil googling di atas bisa banget dicoba kok. Selamat menikmati kehamilan! ^_^

2 komentar:

  1. salam kenal ya mba. dari googling kaki bengkak hamil 6 bulan nih, saya nyasar ke sini., saya jg lg hamil 6 bulan skg, 3 hr ini kaki saya bengkak. tau sih kurang gerak dan banyak duduk. tipsnya akan dipraktekkan. salam

    BalasHapus
  2. Salam kenal juga Mbak Rika. Semoga kehamilannya lancar ya Mbak. Coba juga konsultasikan ke dokter kandungan atau bidan ya Mbak kalau-kalau protein urinenya tinggi. Salaaamm ... :-)

    BalasHapus