Kamis, 12 April 2012

Bayi Batuk Pilek Tak Butuh Obat Kimia


Siapapun orang tua, pasti tak menginginkan bayinya sakit, meskipun sakitnya itu termasuk biasa-biasa saja. Tapi, meskipun biasa, tetap yang namanya sakit alias nggak enak body, nggak boleh disepelekan. Apalagi ini yang nggak enak body, masih bayi. Belum bisa bilang apa yang nggak enak, maunya apa, dan sebagainya. Yang bisa dilakukan bayi hanya menangis dan menangis saja untuk mengungkapkan ketidaknyamanannya itu.

Saya pun sebagai orang tua baru, juga tidak pernah membayangkan bayi saya akan sakit. Sekitar 2 minggu lalu, bayi saya yang berusia 2 bulan, tertular flu dari ayahnya. Ceritanya, ayahnya ketularan flu dari teman-temannya di kantor. Sama seperti ayahnya yang batuk pilek, bayi saya juga batuk pilek. Tapi alhamdulillah, bayi saya tidak mengalami demam. Sementara ayahnya sempat demam tinggi.
Sebenarnya, saya sudah menjauhkan betul-betul bayi saya dari ayahnya. Toh, ayahnya juga tidak tidur sekamar maupun seranjang dengan saya dan bayi saya. Tapi, yang namanya cuma hidup bertiga dengan bayi, dan jauh dari orang tua maupun keluarga, saya tidak memiliki partner yang bisa dijadikan teman berganti tugas. Saat saya lelah mengurus bayi yang saat itu sedang sering rewel, mau tak mau, saya melibatkan suami saya untuk bergantian menggendong maupun menenangkan bayi kami. Meskipun suami saya sudah selalu memakai masker saat dekat dengan bayi kami, toh ternyata virus itu menular juga.
Kami menyadari kalau bayi kami tertular flu saat tahu nafasnya berbunyi ngik-ngik ketika tidur pada malam hari. Selain itu, pada malam itu, tidurnya tidak tenang. Tangannya bergerak terus mencakar-cakar muka dan hidungnya. Keesokan paginya, dari dalam hidungnya (atau tenggorokannya?) muncul suara nggruk-nggruk saat dia bernafas. Kami menebaknya, itu adalah dahak.
Meskipun sejak hamil, saya dan suami sudah berkali-kali meyakinkan pada diri kami bahwa kami akan tetap tenang saat anak nggak enak badan, tapi ternyata ketika terjadi betulan, saya panik. Saya bersyukur suami tidak panik. Padahal biasanya, dia lebih panik daripada saya. Coba kalau dua-duanya panik, pasti ribet jadinya. Di tengah kepanikan saya, langkah pertama yang saya lakukan adalah meminta tolong suami untuk mengontak kakak ipar saya yang berprofesi sebagai bidan, menanyakan apa obat flu bagi bayi 2 bulan. Karena tidak memeriksa langsung bayi kami, kakak ipar saya tidak berani merekomendasikan obat apa yang bisa dikonsumsi bayi kami.
Syukur alhamdulillah, saat itu ada ibu saya yang sedang menginap di rumah. Lantas ibu membuatkan ramuan obat tradisional berupa bawang merah diparut dan dicampur minyak telon, kemudian diusapkan ke ubun-ubun bayi, telapak kaki bayi, pusar bayi, dan juga punggung bayi. Katanya, itu adalah obat tradisonal jika bayi terkena batuk pilek. Saat di kantor, suami saya juga googling obat tradisional lain yang bisa kami berikan buat bayi kami. Tiga lembar daun sirih diremas-remas, dicampur air perasan jeruk nipis, kemudian dioleskan pada leher bayi.
Sehari setelah diberi ramuan-ramuan itu dan batuk pileknya belum sembuh-sembuh juga, saya yang masih panik mengajak suami untuk memeriksakan bayi kami ke rumah sakit. Saat itu sekitar jam 11 siang, di tengah teriknya sinar matahari. Sesampainya di rumah sakit, ternyata dokter anak yang kami cari, sedang tidak ada. Duuuh … sedihnya. Siang-siang panas-panas begini, tapi dokternya nggak ada. Akhirnya kami membawa bayi kami ke rumah bersalin di dekat rumah. Di sana, bidan yang memeriksa memberikan obat batuk pilek berupa sirup. Obat itu diberikan 3 kali sehari dengan takaran 1/4 sendok sirup. Tahu begini, dari tadi ke rumah bersalin ini saja. Langsung ketemu paramedisnya, juga diberi obat. Pikir saya waku itu.
Sesampainya di rumah, saya berikan sirup itu memakai sendok. Tapi ternyata, bayi kami melepehnya. Obatnya tidak tertelan sepertinya. Kalaupun tertelan, sepertinya hanya sedikit sekali. Malamnya, saya kembali memberikan sirup itu menggunakan sendok. Tapi lagi-lagi bayi kami melepehnya. Melihat begitu, ibu saya menyarankan agar besok pagi memberikan sirupnya memakai kapas agar tertelan bayi. Ternyata benar tertelan. Saya ambil sedikit kapas, mencelupkan ke sirup yang sudah ditakar dalam sendok obat, kemudian memasukkan kapas itu ke mulut bayi dan memerasnya saat sudah ada di dalam mulut bayi. Obat itu tertelan semua. Saya ‘berhasil’ memasukkan obat itu sebanyak 4 kali selama 4 kali waktu meminum obat.
Saat saya di kantor dan buka facebook, saya menulis status tentang batuk pilek yang diderita bayi kami. Alhamdulillah, ada resep-resep yang diberikan beberapa teman. Ada terapi pijat batuk pilek, memberikan ASI lebih banyak, juga ada memberi ramuan obat tradisional yang sudah kami lakukan. Kemudian secara tak sengaja, saya membaca sebuah up load tulisan tentang anak yang terkena batuk pilek. Ya Allah … saya sudah pernah membaca tulisan itu, dulu saat saya belum hamil, juga saat saya hamil. Tapi kok saya lupa yaaaaa?
Inti dari tulisan itu adalah bahwa saat anak kita, terutama bayi, terkena batuk pilek, kita tidak perlu buru-buru memberinya obat kimia. Karena sebetulnya, bayi kita tidak memerlukan obat kimia untuk batuk pileknya. Perbanyak minum dan istirahat. Kalau masih bayi, perbanyak ASI. Bahkan jika bayi kita tidak meminta ASI, si ibu harus memberikan ASInya. ASI-lah yang nanti akan menjadi penyembuh batuk pilek bayi.
Deg! Saya jadi tersadar. Kenapa saya lupaaaaa? Bukankah saya pernah membacanya? Juga membaca artikel-artikel serupa? Setelah membacanya, segera saya kirim SMS kepada suami saya. Saya bilang bahwa saya membatalkan untuk memeriksakan kembali bayi kami yang belum sembuh itu ke dokter. Saya bilang, singkirkan obat sirup itu. Kami tidak akan memberikan sirup itu pada bayi kami. Kasihan tubuhnya yang masih ringkih, yang masih berusia 2 bulan, tapi sudah terpapar obat kimia. Apalagi obat kimia itu tidak dibutuhkan tubuh bayi saya.
Akhirnya saya mensyukuri kakak ipar saya yang tidak berani merekomendasikan obat untuk bayi kami. Saya juga mensyukuri dokter anak yang kami cari, sedang tidak ada di rumah sakit saat kami ke sana. Saya juga bersyukur, bayi saya pintar. Dia melepeh sirup itu. Meskipun saya juga menyesal, ada juga sirup yang tertelan olehnya, 4 kali.
Untuk menyembuhkan batuk pileknya, ASI yang sudah banyak saya berikan, saya perbanyak lagi. Saya juga tetap memberikan ramuan obat tradisional bawang merah parut dicampur minyak telon. Saya juga menguapi bayi kami dengan cara merebus air hingga mendidih, kemudian meneteskan 5 hingga 10 tetes minyak telon. Biarkan uapnya dihirup bayi. Uap itu akan meredakan hidung mampet. Saya juga menjemur bayi saya pada pagi hari selama sekitar 10 menit. Bayi ditelungkupkan, kemudian tepuk-tepuk punggungnya. Itu untuk merangsang bayi batuk sehingga dahaknya keluar. Saya pun juga meletakkan irisan-irisan bawang merah di sudut-sudut kamar tempat bayi saya tidur. Katanya, irisan-irisan bawang merah itu akan mensterilisasi ruangan.
Tak hanya itu, saya juga melakukan terapi pijat batuk pilek di rumah bersalin di dekat rumah itu. Bayi kami disinari menggunakan sinar infra merah. Sinar itu akan mencairkan dahak. Kemudian ditepuk-tepuk dada dan punggungnya untuk merangsang bayi batuk sehingga dahaknya keluar. Duuuh … kok ya bidannya waktu itu tidak menyarankan agar bayi saya terapi pijat batuk pilek saja? Toh juga di klinik itu. Keuntungannya juga buat klinik itu. Saat saya memeriksakan bayi kami ke sana, saya belum tahu tentang terapi pijat batuk pilek untuk bayi dan anak-anak.
Tapi, mungkin inilah yang namanya menimba ilmu dan pengalaman. Pengalaman adalah guru yang paling berharga. Dari sini, saya dan suami juga tambah ilmu, tambah belajar. Terima kasih, anakku sayang, kau telah mengajari Ibu. Alhamdulillah, setahap demi setahap, bayi kami lekas sembuh dari batuk pileknya. Dan sekarang, dia sudah kembali ceria. Sudah ketawa-ketawa riang lagi. Senangnyaaaaaa. ^_^


67 komentar:

  1. makasih banyak infonya mbak,sekarang anakku umur 4bln jg lg batuk pilek.rencana besok mau aku periksakan ke dokter tp setelah browsing2 nyari obat batuk pilek buat bayi yang alamiah akhirnya aku nemu blog mbak ini.thanks ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Mbak Yuan. Aduuuh, maaf sekali jarang buka komen di blog. Jadi nggak ngeh ada Mbak Yuan di sini. Semoga si kecil selalu sehat ya Mbak.

      Hapus
  2. coba deh: kunyit disayat bagian atasnya, beri sdikit kapur sirih, kemudian cincang dgn pisau, kunyit akn menjadi merah/hitam, lalu oleskan kunyit di sepanjang hidung dan kening bayi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, itu resep baru. Makasih Mbak Marinda atas resepnya. :-)

      Hapus
  3. jadi ikut seneng bu saya baca artikelnya moga jangan sakit lagi ya,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Terima kasih doanya Pak Achmad. :-)

      Hapus
  4. Makasih ya Mba atas infonya, sekarang ini anak sy jg lg batuk pilek, tapi kami masih bingung mau kasih obat atau ramuan apa. Stelah sy liat artiket Mba, sy jd optimis bhwa anak sy akan sembuh.. Saling mendo'akan ya Mba Amiiin
    Sy ikut senang klo anak Mba udh sembuh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, Pak. Semoga anak Bapak selalu sehat ya Pak. :-)

      Hapus
  5. masyaallah bagusnya ulasan diatas,,
    saya sudah mencoba sebelumnya mbak, tapi qadarallah sekarang kambuh lagi demamnya, sementara batuk pilek masih belum tuntas, sudah seminggu lewat 4 hari, adakah hal lain yang perlu saya lakukan ya mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduuuh, maaf sekali baru buka, Mbak. Sekarang pasti sudah sembuh kan ya? Kalau demam batuk pilek berkepanjangan, saya kurang tahu Mbak gimana pengobatannya. Untuk lebih yakinnya tidak ada salahnya konsultasi ke dokter. Tapi nyari dokter yang pro RUM ya Mbak. :-)

      Hapus
  6. adek usia 7 bulan, ketularan flue berat dari kakaknya, 2x sudah ke dokter berbeda namun mungkin sedang dalam penyembuhan, tidak mungkin sakit flu langsung sembuh dalam 1-2 hari, kecuali sakit kepala papanya.

    kemarin adek mengikuti terapi uap + sinar infrared, siangnya napas sudah mendingan, tapi malamnya tetap ga bisa tidur + nangis terus..

    insyaallah nanti siang akan terapi uap lagi, karena jika blm sembuh disuruh kesana lagi.. kasian dahaknya ga mau keluar :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga adek selalu sehat ya Mbak. Ortunya mesti nyetok sabar banyak-banyak kalau anak sedang sakit. Hehehe...

      Hapus
  7. Makasih banyak
    Berguna sekali infonya

    Klo mau jln" ke bandung
    rental motor aja hubungi kami di
    082116053984 / 02292938811 / 29E7A497
    http://rental-motor-di-bandung.blogspot.com/?m=1
    terimakasih

    BalasHapus
  8. makasih kebetulan anak saya umur 4 bulan sedang terkena flu

    BalasHapus
  9. bagus banget artikelnya pas banget, Dimas 5 bulan lagi batuk pilek..sepertinya ketularan kakaknya, sudah ke dokter si, tapi alhamdulillah dokter gak beri obat antibiotik mbak, hanya vitamin saja..

    artikel obat tradisionalnya bagus dicoba sepertinya ^_^ makasih ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Mbak Wahyu. Semoga dedek selalu sehat. :-)

      Hapus
  10. Alhamdulillah,senangnyaa baca artikel ini..
    Bayi saya usia 3 bulan sedang batuk pilek sudah 5 hari,sudah 2 dokter yg tangani blm sembuh juga.. :(

    Saya langsung mencobanya, suami saya langsung bilang obatnya Dzaky disimpan saja..
    Makasiii yaa mbak, semoga anak2 kita semua cepat sembuh dan gak sakit2 lagi..
    Amiiin yaa Allah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Kembali kasih ya Mbak. :-)

      Hapus
  11. akan saya coba saran ini..

    BalasHapus
  12. thanks atas infox, sangat membantu :)

    BalasHapus
  13. wah...kebetulan nih anak2ku lagi batuk pilek...yg baby jg...makasih infonya... ^_^

    BalasHapus
  14. suBhanallah, , ,
    makash info dan tipSx mbk, Anya puTri Sya sdang btUk pilek, sampek suarax serak. akan sya coba, mudah2n anakq Cpt smbuh. amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan dicoba Mbak Ayuni. Semoga dedek selalu sehat ya Mbak. :-)

      Hapus
  15. makasih infonya baby sya 2bulan n trserang pilek.. obat tradisionalnya akan sya coba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan dicoba. Semoga manjur dan berhasil. :-)

      Hapus
  16. Trimakasih buat infonya,bayi ku jg lagi pilek,umurnya 2 bulan.dan obat tradisionalnya langsung saya praktek.dan sepertinya pileknya berangsur sembuh,sekali lagi makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Mbak Lely. Salam buat dedek ya Mbak. :-)

      Hapus
  17. makasih infonya ya... sy khawatir bayi sy ketularan batpil.

    BalasHapus
  18. makasih ya mbak,, semoga anakku cepat sembuh juga..
    dari erna di flores.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama ya Mbak. Salam dari Solo. :-)

      Hapus
  19. †ђąηk ўσυ mb... Nathan batuk pilek akan saya cb... Ramuannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Pak. Semoga berhasil ya Pak. :-)

      Hapus
  20. Thanks infonya...mdh2an berguna bagi baby 7 bulan saa yg jg skrg lg flu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Semoga lekas sembuh ya dedek bayinya. :-)

      Hapus
  21. Alhamdulillah ya Allah.... jazakallah ya ukhti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Pak Abdul. Semoga bermanfaat ya Pak. Sebenernya untuk orang dewasa pun juga tak butuh obat kimia. Kalau cara tradisional ampuh, gunakan terlebih dulu. :-)

      Hapus
  22. Mantab mbk infonya ^^
    Walaupun ortu nyuruh ngasi obat tp saya tetap ngeyel gak mau minum. Jangankan bayinya,busui saja kalo minum obat pasti jg ngaruh k bayinya.
    Obat alami memang yang terbaik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga anak-anak kita selalu sehat ya Mbak. Kiss-kiss untuk si kecil ya Mbak. :-)

      Hapus
  23. Baby ku lagi batuk pilek nihhh.. Aku coba tips ini yaa..
    Makasih Mom sharingnya (",)

    BalasHapus
  24. Mau nyoba juga ah kayak gitu mudah2an bayinya cepet sembuh..
    Aminnn

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga berhasil. Dan anak-anak selalu sehat. Aamiin... :-)

      Hapus
  25. terimakasih buk..atas informasi nya semoga berman faat untuk semua nya..bayi tetap sehat selaluu amin......

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, Pak. Aamiin. Semoga anak-anak selalu sehat. :-)

      Hapus
  26. makasih atas tipsnya,aku padhal anaknya udah 4 dan yang bayi sekarang ke 5 berhubung perbedaan usianya yang jauh dr kakaknya saya jadi lupa cara ngatasi flu pd bayi.dan saya baca artikel mba,makasih yah!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga berhasil ya Bu. Salam untuk anak-anak ya Bu. Kiss-kiss. :-)

      Hapus
  27. Klau untuk bayi usia 1 minggu cara seperti itu bisa d coba gak?????

    BalasHapus
  28. anakku skrg 4bln 1 mnggu juga sdg batuk pilek,tadinya bingung dan panik sendiri tp setelah baca artikel ini aku tersadar bukan hanya anakku yg mengalami batuk pilek,hari ini adalah hari ke5 anakku batuk pilek,semoga anakku lekas sembuh,kasian kalo malam tidurnya sangat sering terbangun,makasi utk artikelnya y mb,,, :)

    BalasHapus
  29. Bagus banget ni artikelnya jd makin bnyk ilmunya dech,,,,ini artilnya saya share u teman saya yg lg pnya baby umur 2 bln 16 hari yg lg batuk pilek moga dgn baca artikel ini dan dicoba bs cpt sembuh

    BalasHapus
  30. teirma kasih banyak artikelnya, sangat membantu menambah pengetahuan kami

    BalasHapus
  31. Thanks banget....Dionku usia 1 bulan 3 minggu lg diserang flu batuk and pilek...kasihan lihatnya...Nih mau coba ramuannya..pdhal klinik dekat rmh ksh obat sirup 2 jenis, kasihan dia nya pas minum sampai mau muntah...dahaknya jg buat Dion smpai mau muntah gitu.

    BalasHapus
  32. makasih ya mbak atas infonya,,anak kami yg ber usia 3bln juga lagi batuk,pilek,,mudah2an,dengan resep obat tradisional ini,anak kami lekas sembuh,amiiin,,,,

    BalasHapus
  33. Bayi ku 5bln jg lgi btuk pilek nih..lg coba diuap dan dibawang merah..mudah"an lekas sembuh anakku..makaksih y mbak dh share

    BalasHapus
  34. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus