Jumat, 25 Mei 2012

Pingsan Beneran atau Bohongan?


Ini rada nggak nyambung sama tulisan yang diposting sebelumnya nih. Tapi, ada hubungannya. Nah loh, gimana tuh? Jadi gini, di tulisan sebelumnya yang tentang Aufa ngabisin ASI perah 100 ml dalam sekali minum, saya bilang di situ “Saya benar-benar dibuat pingsan dengan kabar itu”. Kata ‘pingsan’nya saya bold ya? Selain saya tulis di blog dalam versi panjangnya, saya tuliskan juga soal Aufa yang mimik 100 ml dalam sekali minum itu dalam status saya di facebook. Bunyi status facebook saya begini nih “Dapet laporan dari bapaknya, Aufa minum ASIP sekali tenggak habis 100 ml. Huaaaaaa!! #kaget, emaknya langsung pingsan#”. Kata ‘pingsan’nya juga saya bold ya?
Saya nggak tahu apa yang ada dalam pikiran orang-orang jika membaca status di facebook saya itu. Tapiii … kalau yang terbiasa chit-chat di dunia maya, orang-orang pasti tahu apa maksud dan arti dari kata-kata dalam status saya itu. Kita di dunia maya ini, insya Allah nggak ada yang berniat untuk mencari musuh. Termasuk diri saya sendiri tentunya. Di dunia maya ini, kita ingin mendapatkan banyak teman, bisa ngobrol hal-hal yang menyenangkan dengan teman-teman kita.
Saya sendiri di dunia nyata termasuk orang yang suka gojekan a.k.a humor. Bagi orang lain, mungkin dianggap lebay kali ya humornya saya? Hehehe … Tapii, whatever, tiap orang punya persepsi masing-masing sepertinya ya soal humor? Ada yang suka humor dan ada yang garing banget nggak punya sense humor. Atau mungkin suka humor, tapi dalam konteks yang saling berlainan antara satu orang dengan orang lainnya.
Di dunia nyata suka gojekan, di dunia maya pun saya juga suka gojekan. Dan saya lihat, orang-orang yang berchit-chat di dunia maya pun kebanyakan juga gojekan saat ngobrol. Meskipun misalnya ngobrol atau tanya jawab di dunia maya berkonten serius, tapi saling ngobrolnya pun juga sering sekali diselingi hal-hal ringan, bahkan kadang sambil ledek-ledekan yang tidak menyinggung perasaan. Hanya untuk lucu-lucuan menambah keakraban. Namanya juga forum untuk memperluas dan memperbanyak teman kan? Jadilah wajar jika begitu.
Dari sekian orang yang membaca status di akun facebook saya itu atau yang membaca postingan saya di blog, saya nggak tahu ada berapa banyak orang yang mengganggap kata-kata saya itu serius dan berapa banyak yang menganggap kata-kata saya itu gojekan. Lebih tepatnya, kata yang saya maksud itu adalah kata ‘pingsan’.
Bagi saya sendiri yang suka gojekan, maksud dari kata-kata saya tersebut adalah gojekan. Hmm … mungkin semacam begini “Aduh, mati aku! Lupa nggak bawa dompet. Mana udah terlanjur di kasir lagi”. Kalau saya membaca kalimat yang berbunyi seperti itu di jejaring sosial, saya langsung paham bahwa si penulis kalimat tidak mati. Dia hanya mengungkapkan perasaannya saja yang lupa nggak membawa dompet. Demikian juga dengan maksud kata-kata saya “Kaget, emaknya langsung pingsan. Tentu saya tidak pingsan. Kalau pingsan, mana bisa nulis status facebook? Dan kok ya sempet-sempetnya gitu nulis status? :-) Pun kalau ada yang bilang “Aduh, mati aku”, tentu yang nulis juga masih hidup, nggak mati. Mosok orang udah mati bisa nulis status atau ngetweet? :-)
Tapi, sekali lagi, kita hidup dengan banyak orang dimana orang-orang memiliki karakter dan pembawaan sendiri-sendiri. Saya sedikit mengernyitkan dahi ketika beberapa saat setelah saya menuliskan status di facebook itu, ada seorang kawan di facebook mengirim pesan untuk saya. Bunyinya begini “Uups, mbak pingsan beneran??? Ngingetin aja, becandanya ttp g boleh bo’ong ya.. Kecuali kalau pingsan beneran. Ini kewajiban ana mengingatkan sbg sesama muslim”.
Hmm … saya nggak membalas pesan itu. Gimana yaaa … takutnya malah jadi debat kusir. Saya cerita ini ke suami saya. Suami saya juga bilang, pertanyaan begituan nggak usah dibalas karena nanti malah jadi debat kusir. Haluannya udah beda soalnya. #maksudnya haluan soal gojekan, saya suka gojek dan mungkin dia enggak suka gojek#
Jadilah saya tetep diam saja. Mungkin dia belum kenal saya, jadi dikiranya beneran atau saya malah mengada-ada. Lagian kalau saya betul-betul pingsan, sempet amat ya saya pakai nulis status facebook segala? Kalau yang mengirim pesan ke saya itu mendapat’ ilham’, mungkin dia baru bisa membedakan apa maksud kata-kata saya itu apakah beneran atau gojekan.
Hmm … jadi tambah pengalaman nih. :-D



Tidak ada komentar:

Posting Komentar