Selasa, 29 Maret 2011

Tawangmangu Part 2 : Cemoro Sewu, I'm Coming!

Tawangmangu yang berudara dingin membikin kami semua nggak kuat mandi sore. Hehehe … alhamdulillah sebagian dari kami udah mandi terlebih dahulu sebelum berangkat. Tapi, yang belum mandi, hohoho … saya nggak mau komen, ah!

Setelah melalui beberapa acara, jam 10 malem kami semua bakar-bakar jagung. Hmm … malem Minggu bakar-bakar jagung di depan wisma. Wewww … sedaaaappp! Dan karena sudah sangat penat dan mengantuk, jam 12 malem kami pun memasuki kamar masing-masing untuk tiduuuurrr. Zzz … zzz … zzz …
Bakar jaguuuuungg! Laahh ... mana apinya?
Hayuuuukk ... balapan meniup 'harmonika' !!
Pagi harinya sekitar jam 5.45 pagi, kami pergi ke Cemoro Sewu. Cemoro Sewu adalah salah satu pintu gerbang bagi para pendaki untuk naik ke puncak Gunung Lawu. Cemoro Sewu ini letaknya udah masuk wilayah Kabupaten Magetan Jawa Timur. Dibandingkan dengan Tawangmangu, Cemoro Sewu lebih tinggi lagi. Dengan dua mobil, kami ke sana bersama-sama. Hmm … seperti perkiraan, semakin ke atas, udara semakin duingiiiinn. Apalagi saat itu masih pagi. Tapi sayang, kami terlambat melihat saat-saat matahari terbit. Ya iyyyaaa lah … orang berangkatnya juga mataharinya udah terbit. Hehehe ….

Saya takjub dengan pemandangan di sepanjang jalan naik ke Cemoro Sewu. Di kiri dan kanan jalan, kami melihat pemandangan indah, segar, menghijau, khas pegunungan. Sawah-sawah yang ditanami sayuran seperti kobis, wortel, daun bawang, bawang merah, cabe, maupun tomat, hmmm … terhampar di sawah di daerah perbukitan itu. Nggak cuma sawah, hutan-hutan pinus juga membentang di kanan dan kiri. Jurang-jurang besar, menganga di beberapa sisi jalan. Maklum … jalur tembus dari Jawa Tengah ke Jawa Timur melalui lereng Gunung Lawu ini menembus hutan dan pegunungan. Jadi, nggak heran jika banyak jurang di salah satu sisi jalan dan perbukitan terjal di sisi jalan lainnya. Di kiri jalan ada sawah atau jurang, di kanan jalan langsung ada bukit yang ditumbuhi pepohonan pinus.
Kabut mulai turun, menutupi perbukitan yang hijau
Awan menyelimuti salah satu bukit di lereng Gunung Lawu
Di sepanjang perjalanan, saya dan teman-teman yang satu mobil dengan saya langsung heboh memuji nama-Nya ketika melihat hamparan pemandangan yang begitu memukau. Awan dan kabut sempat menutupi beberapa titik yang kami lalui. Hmm … kami terpekik takjub, merasa seakan-akan kami melaju di atas awan. Saat kami melihat ke bawah, woowww … ada gumpalan-gumpalan awan di bawah kami atau sejajar dengan kami. Jadilah di bawah sana tertutupi oleh awan. Kayak lagi naik pesawat terbang aja rasanya.

Sesampainya kami di gerbang perbatasan wilayah provinsi antara Jawa Tengah dan Jawa Timur, semakin hebohlah kami. Yippiii … nyampai di provinsi tetangga!! Hehehe … norak, ya? Cemoro Sewu terletak sekitar 2 km setelah perbatasn wilayah provinsi. Tapi sayang, kawasan pintu gerbang Cemoro Sewu masih sepi. Warung-warung yang terletak di sisi kanan jalan (dari arah Tawangmangu), masih sepi. Nggak ada penjual makanan atau minuman. Jadilah kami memutar balik ke barat lagi dan berhenti di tugu perbatasan wilayah provinsi. Daaaannn … saatnya narsis!! ^_^
Mejeng di tugu perbatasan wilayah provinsi. Ini masih di wilayah Jawa Tengah.
Gaya terbang yang gagal! Hhh ... maluuu, dweh! Hihihi ...
Di atas jembatan yang memisahkan Jawa Tengah dan JawaTimur
Hiyaaa ... di sisi barat jembatan yang memisahkan dua provinsi. Di ujung jembatan yang di belakang sana udah masuk wilayah Jawa Timur.
Ayo semuanya tersenyuuuuummm
Di sebelah timur jembatan. Ini udah masuk wilayah Jawa Timur.
Piiisss!! Ngelihat dua rumah di bawah jurang sana. Wooww ... kok dulu yang punya rumah ada ide bikin rumah di bawah sana, ya?
Loh ... loh ... loh ... ini ngapain?
Setelah hampir satu jam jeprat-jepret, hujan mulai turun. Kami bergegas naik ke mobil. Dan karena masih bernafsu jalan-jalan, kami melucur lagi ke arah timur melewati Cemoro Sewu. Sekitar 7 km dari perbatasan wilayah, kami berhenti. Saatnya menikmati udara pagi di sini. Sawah-sawah yang ditanami padi mulai terlihat jelas terbentang di bawah sana. Hmm … sepertinya ketinggian daerah ini sudah lumayan rendah, nggak tinggi kayak di Tawangmangu ataupun Cemoro Sewu tadi.

Sekitar 10 menit kemudian, kami pun bergegas masuk ke mobil lagi dan saatnya kembali ke wisma. Hujan pun mulai mengguyur. Kabut juga lumayan tebal. Sesampainya di wisma, bbbrrr … masih kerasa sisa-sisa dinginnya.

Hmm … saatnya mandi. Yaaahh … meskipun duingiiiiinnn banget! Habis itu sarapan, melanjutkan acara, trus dilanjut packing-packing dan sekitar jam 13.45, pulaaaaanggg ke Solo. Tapi, sebelumnya kami mampir belanja buah-buahan dan sayuran di Pasar Tawangmangu dulu. Yuuukk … beli stowberi, alpukat, pisang ambon. Beli sayur segala macem juga ada. Semuanya segaaaaarrrr.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar